Unknown
Apa ini salahku? Mengapa kalian melimpahkan rasa benci itu padaku? Atau aku yg terlalu egois untuk terus menerus meminta sedikit belas kasian kalian
Ya mungkin aku hanya setitik tinta hitam yg merusak kertas putih kalian, seandainya aku bisa memilih mungkin aku memilih untuk tak ikut campur dalam cerita kalian tapi ingat tuhanlah yg mengatur skenario kita.
Kini aku hanya menunggu kapan tuhan akan bosan melihat dramaku dan menyuruhku kembali ke belakang panggung menonton mereka yg masih memainkan drama mereka.
Unknown
Selamat malam sayang, apa kabarmu disana? aku sedang mengingat bagaimana kita bisa bertemu dulu dan bagaimana rasa cinta itu mulai tumbuh kini, bukan kita berbeda kau seperti kertas putih yang begitu polos, dan aku hanya setetes tinta hitam yang merusakmu.

Tapi inilah cinta tak perduli sebesar apa perbedaan kita, tak perduli seperti apa masa lalu kita, tapi kita tetap dipertemukan untuk membuat masa depan, ya masa depan hanya ada kamu dan aku tanpa perduli masa lalu
Unknown
Terima kasih karena kau telah hadir,merubah semua persepsiku tentang keramaian, kau pernah bertanya apa yang aku lihat dari kesendirian bukankah sendiri itu menyebalkan, seperti kopi hitam tanpa gula hanya terisa hitam dan pahit,

Terima kasih atas jawabanmu bagaimana rasanya dicintai dengan tulus, apakah seperti pelangi yang melukis warna yang indah setelah hujan, namun hanya memberi keindahan sejenak, tapi kau memberi senyuman untuk jawaban itu

Seandainya aku bisa memutar waktu aku akan tetap menantimu dibawa hujan itu menunggu hadirnya pelangi yang mengajariku mewarnai setiap catatanku agar lebih indah, sayang tetaplah seperti ini hingga kelak kita bisa melukis warna yang indah disurga.
Unknown




Kamu, sekumpul rindu yang terus menyiksaku
Menghentikan setiap detik di waktuku
Mematikan setiap detak di jantungku
Hilangnya dirimu bersama sang waktu
Seperti menarikku ke dalam cerita 1001 malam
Berharap kamu membacanya
Dan menemukan banyak keajaiban didalamnya
Kasih, jika saat ini yang kau ingat adalah senja
Biarkan aku menjadi langit yang berwarna jingga
Yang kan selalu tersenyum
Mengetahui kamu tetap mengingatku

Unknown





I Love You

Menatapmu dari belakang
Dan memberimu semangat yang dalam
Mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan

Aku sadar aku tak seperti mereka
Yang bisa memberimu segalanya
Tapi seperti katamu
Lupakan mereka dan cari kebahagian kita


Entahlah sampai kapan kamu bertahan
Akankah hingga kita menciptakan keluarga kecil
Atau hingga kamu menemukan seseorang yang baru

Tapi yang ku tau
Aku akan tetap mendukungmu
Dengan semua keinginanmu
Meski keinginan itu membunuhku

Dan jika suatu hari kamu memutuskan pergi
Ingatlah aku akan tetap menunggumu disini
Bersama hujan dan tinta warna warni

Unknown


Cinta sejati?

Cinta sejati?
Apakah rasanya seperi coklat panas
Atau kopi hitam tanpa gula
Mungkin perpaduan antara kedua nya

Karena yang aku tau semenjak ada kamu
Coklat ku lebih cepat dingin
Dan kopiku terasa manis

Pahit, Manis, Canda, Duka
Semua terserdia dalam satu paket
Entahlah tanpa kamu apakah rasanya akan sama

Apakah kopi hitam ku akan tetap manis
Apakah coklat ku akan kembali panas
Yang aku tau. . .
Dunia ku sepi tanpa kamu.

Terima kasih untuk mu yang telah ada
Memberi sebuah semangat
Dan menawarkan berjuta cinta.




Unknown


Happy Anniv Dear

Terima kasih untuk waktumu selama ini
Terima kasih atas cinta yang kamu beri
Terima kasih karena kamu menunjukan apa itu cinta

Tetaplah menjadi bintangku
Yang menerangi setiap langkah digelapku
Tetaplah menjadi peri kecilku
yang menjadi alasan untukku tetap kembali

Ingatlah semakin tinggi puncak yang kita daki
Semakin deras angin yang kita lalui
Berjanjilah akan tetap ada beberapa tahun lagi
Hingga nafas ku tak lagi berhembus

I Love You



Unknown

 Aku, Kamu dan Hujan

Aku mengenalnya ketika hujan
Seoarang yang hingga kini tetap ku kenang
Bukan karena paras yang indah
Tapi karena dia mampu membuat angin hujan menjadi hangat

Kami selalu bersama menciptakan cerita bersama hujan
Meninggalkan tawa disetiap tetesnya
Membelah malam dengan bahagia
Hingga kami lupa bahwa waktu dan jarak iri melihatnya

Tapi kebersamaan itu seperti pelangi
Selalu indah setelah hujan datang
Bersama warna nya yang indah
Tapi pelangi tidak pernah abadi
Pelangi pergi membawa kebersamaan kami

Dan kini yang tersisa hanya kenangan disetiap hujan
Tak pernah ada lagi tawa canda ketika hujan datang
Takan pernah ada peluk yang menghangatkan
Dan tak ada pelangi indah setelah hujan

Kamu tau, disini aku bertanya pada hujan
Apakah hujan merindukan kebersamaan kita
Apakah kamu juga menangis bersama hujan saat mereka tiba

Aku masih mengenangmu dan hujan
Bagaimana aku bisa lupa?
Jika disetiap tetesnya masih ada kenangan kita yang terjatuh
Jika dibalik hujan masih ada tawa mu yang tersimpan
Maaf aku masih merindukanmu




Unknown

Mereka semua unik, menghina tanpa tau pengorbanan apa yang terlewati sebelumnya, menghujat tanpa sadar apakah mereka mampu melakukannya?
Mungkin inilah yang mereka sebut era modern, dimana kemampuan orang pintar adalah menciptakan dan para idiot hanya mampu menikmati dan menghina haha itulah mereka

Aku bukanlah pencipta seperti mereka yang menciptakan banyak hal yang membuat sebagian dari mereka menjadi pecandu.
tapi aku hanya menciptakan zona nyamanku sendiri, tanpa harus seorang pun menyukai ciptaan ku,

tak peduli seperti apa mereka menghujat tapi inilah ciptaanku, inilah zona kenyamanan ku, suatu hari hanya wanitaku lah yang mengerti bagaimana indahnya berada dizona ini, meski tanpa seorang pun yang mengerti dan peduli terhadap kami.

Write By : Wahyu Aditya Heryadi
Unknown




 Puisi Untuk Sang Bulan

Ku ceritakan lagi kisah seorang gadis pada sang bulan
Bagaimana sunyinya bulan tanpa bintang?
Seperti apa resahnya bulan saat bintang menangis? 

Aku berimajinasi seandainya aku adalah bintang
Yang selalu datang dan pergi bersama bulan
Selalu berada disamping bulan setiap malam

Tapi aku hanyalah mentari
Yang memberi cahaya pada bulan
Meski kami tak dapat bersama

Yaaa malam ini aku memohon pada mentari itu
Biarkan aku memimpikan bulan sedikit lebih lama
Memeluknya dengan erat dalam alam ilusiku
Menciumnya walau ku sadari itu tidaklah nyata.


Puisi By : wahyu aditya heryadi
Unknown

Wahai Rinduku

Adakah kau disana sepertiku?
Memasuki alam mimpi untuk bisa saling bercinta kembali?
Dimana aku dapat tertawa bersamamu. Menggenggam tanganmu
Dan memelukmu erat.

Wahai rinduku, masihkah kau mengenaliku?
Sosok bulan yang menerangi gelap malammu?
Kau tak mengerti betapa tersiksa aku disini

Apakah kau disana sepertiku?
Menunggu sang maha agung waktu 
Mempertemukan kita kembali?

Wahai rinduku, percayalah sang waktu akan bosan
Dan membiarkan kita kembai bertemu
Dan kembali menulis cerita yang sempat terhenti

Puisi by : Wahyu Aditya Heryadi
 
Unknown





Penulis Kecil


Aku tak percaya takdir
Aku tak percaya ramalan
Aku hanya penulis kecil
Yang percaya takdirku mampu ku tulis sendiri

Aku tak percaya cinta
Aku tak percaya bahagia
Yang ku tau
kaulah cinta dan bahagia itu

Mungkin aku hina
Menanti waktu yang pergi untuk kembali
Tapi aku yakin
Aku tak pernah menuliskan kau untuk pergi

Dan kini kau tetap ada
Bersama takdir dan syairku
Meski hanya dalam ilusiku
Kau tetaplah cinta dan bahagia

Mungkin sang waktu menyembunyikanmu
Tapi tintaku akan terus mencarimu
Syairku akan tetap menunggumu
Dan takdirku tetaplah bersamamu



Puisi By : wahyu aditya heryadi